Memahami Sepakbola Pragmatis Freddy Muli

  • July 30, 2020

Tapi perubahan strategi yang cukup berhasil meredam serangan Arema adalah ketika memasukkan Fabiano Beltrame untuk menggantikan Supardi. Penembak harus mempunyai kerja sama yang baik dengan pemain dalam tim dan melakukan tembakan yang keras serta akurasi yang tepat.

FIFA 20 menyuguhkan keluwesan pemain dengan implementasi sejumlah trik dribble yang bisa dilakukan dan dikombinasikan. Bahkan untuk menggiring bola saja, setidaknya ada 4 cara berbeda. Ada dribble biasa (hanya dengan menggunakan analog kiri), ada fast dribble (analog kiri+R2), slow dribble (analog kiri+L2+R2), ataupun strafe dribble (analog kiri+L1). Bahkan, Roberts Alberts juga mengganti Frets Butuan oleh Febri untuk meningkatkan daya serang melalui serangan balik.

Sederhananya, formasi ini menyeimbangkan pertarungan di area lain saat bertemu dengan skema empat bek, dengan hanya memakai satu daripada dua striker seperti di 3-5-2. Bentuk paling kuat dari skema empat bek adalah jika mereka hanya memakai satu striker, jadi sistem ini merespon juga dengan hal yang sama. Pendekatan lain yang juga merupakan yang paling pesimis adalah dengan tidak menaikkan kedua fullback sama sekali. Fullback tidak akan melakukan overlap, atau bisa naik tapi hanya sampai batas tertentu, tidak peduli dengan bagaimana situasi fase menyerang yang sedang didapatkan oleh enam pemain terdepan.

Beri jarak 5 meter dari dinding untuk menendang bola, tendanglah bola ke dinding dengan salah satu kaki dan terima dengan kaki lainnya. Saat menerima, seorang pemain harus berlatih menghentikan dan mematikan bola, ulangi hingga 10 kali dan kemudian ganti kaki lainnya untuk menendang dan menerima bola. Sedangkan Tim Nasional Italia di bawah asuhan Cesare Prandelli kini menerapkan catenaccio versi modern yang atraktif dan tidak hanya mengandalkan bertahan. Tak hanya Inter Milan, Juventus dan Timnas Italia pernah menerapkan taktik Catenaccio dalam beberapa tahun lalu. Di sinilah variasi milik Paulo Sousa di Fiorentina menjadi solusi sempurna untuk masalah ini.

Dengan begini tentu saja tidak akan ada masalah dalam fase transisi negatif karena selalu ada empat pemain di belakang. Tapi jika hanya karena kekurangan tersebut lantas kita meremehkan skema tiga bek, sepertinya bukan merupakan alasan yang cukup relevan. Seperti halnya formasi yang harus dimodifikasi agar bisa bersaing di area tengah, kita juga bisa memodifikasi agar bisa menutupi kekurangan di atas. Ada banyak sekali kelebihan dari skema tiga bek yang tidak dimiliki skema empat bek, yang akan cukup dijadikan alasan untuk mengembangkan skema ini. Walaupun tiga bek tidak memiliki suara mayoritas di kancah internasional, bukan berarti skema ini tidak bisa bersaing.

Ramdan

E-mail : admin@foroyfutbol.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*